Kamis, 18 Februari 2016



*******************************Lanjut******************************
Kami berdua meneguk pesanan kopi masing-masing. Entah kenapa kalau aku disamping kak Arkan rasanya nyaman sekali. Apalagi kalau udah ditatap matanya, bola matanya itu memberikan kesan kehangatan dan kenyamanan hehehe...
Ku lihat jam ditangan sudah menunjukkan jam 18.30 saatnya aku kembali jadi sopir abang aku.
" Kak, aku pulang dulu ya. Udah malam"
" Oh, iya dek. hati-hati"
" Iya kak" pergi ke kasir dan membayar minumanku.
Ku buka pintu mobil lalu aku gas menjemput abangku.
Jam 18.55 aku sampai di tempat lembaga bimbingan belajar abangku. Abangku keluar dari tempat les-lesan setelah itu kami bergegas pulang.
Keesokan harinya jam 06.00 jam wekerku tak pernah absen untuk membangunkanku. Ku jalani rutinitasku dan seperti biasa aku pergi kesekolah menggunakan bus umum. Sampai di sekolah aku pergi ke papan pengumuman untuk melihat aku kelas apa. 
Sesil Keisha Utomo Kelas X B.  
Oke setelah selesai melihat kelasku lalu aku pergi ke kelasku. Disana sebelum masuk aku lihat ruangannya dan ternyata aku sekelas sama Arjuna . Aku melemparkan senyuman kepada dia dan dia membalas senyumanku. Kemudian aku duduk di bangku yang masih kosong. Kami semua masih canggung pada diem-dieman. Tetapi yang udah sama-sama pas mas MOS udah saling ngobrol dan asik sendiri. 
tet... tet... tet... tet......
Hari pertama ajaran baru dimulai. Tapi hari ini agendanya hanya bersih-bersih kelas, pengenalan wali kelas, penunjukan pengurus kelas, ngatur jadwal piket, setelah itu pulang. Wali kelas masuk kelas XB.
" Selamat pagi anak-anak"
" Selamat pagi bu" jawab serempak
" Langsung saja ya, waktu ibu nggak banyak soalnya mau rapat wali kelas. Perkenalkan ibu wali kelas kalian nama ibu Henny Rudawati. Saya mengajar pelajaran Kimia kelas X dan XI. Ada yang ditanyakan ?"
Setelah perkenalan wali kelas kami disuruh untuk menunjuk pengurus kelas. Banyak sekali yang menunjuk Juna jadi ketuanya. Maklumlah Juna anak terkeren dan ganteng di kelas kami. Cewek-cewek banyak yang mengidolakannya.Kemudia Wakil ketuanya adalah Bella, Sekretaris 1 adalah Anggi, Sekretaris 2nya Putri, bendahara 1 adalah Aku dan bendahara 2 adalah Bagas. Setelah terbentuk pengurus kelas, Kami disuruh wali kelas untuk bersih-bersih kelas. Juna yang jadi ketuanya memimpin jalannya kegiatan bersih-bersih kelas.
Ditengah-tengah bersih-bersih kelas wali kelas meninggalkan kami karena mau rapat antar wali kelas.
" Maaf ya anak-anak ibu mau rapat dulu. Selamat pagi. kalau mau pulang tunggu bel pulang ya. mengerti anak-anak ?"
" Mengerti bu" jawab kami.
Kegiatan bersih-bersih kelas sudah selesai.tinggal membuat jadwal piket. Ketua kelas dan sekretaris 1 maju kedepan untuk membuat jadwal piket. Ketua dan sekretaris 1 membuat gulungan dari hari Senin-Sabtu sebanyak 3-4 kali. Lalu diacak setelah itu anak-anak mengambil gulungan kertas tersebut. Dan aku mendapatkan hari Kamis. 
" Sesil kamu dapat hari apa ?" tanya Juna
" Aku hari kamis"  
Kemudia sekretaris menulis namaku di papan tulis hari kamis. Setelah selesai membuat jadwal piket sebagian anak keluar dari kelas menuju ke kantin, dan ada yang didalam kelas saja.Aku keluar dari kelas dan menuju ke taman. Aku sibuk dengan novelku, duduk dengan kaki menyilang dibangku taman sekolah. Novel yang ku baca sangat membosankan. Padahal sampul buku tersebut sangat bagus tapi isinya nihil.
" Sesil"
Seseorang memanggilku lalu duduk disampingku, aku menutup novelku dan kuselipkan jari telunjukku diantara halaman yang sedang aku baca.
" lagi baca apa ?"
" Eh, Juna kamu ngagetin aja"
" hahaha.. maaf abis aku perhatiin kamu bacanya serius?"
" Hei juna sesil !"
Kami melihat Diba yang berlari kearah kami, dia duduk di kursi kosong depan kami.
"Kalian bicara apa, kok kayaknya asyik banget. Eh novel apa itu sil ?"
Diba menarik novelku sampai terlepas dari genggamanku dan membacanya.
" Eh, btw nggak nyangka ya kak Arkan yang tampilannya dingin itu ketua osis kita. Duh kalau aku tahu kak Arkan itu ketua osis udah pasti aku ngeluarin jurus PDKT ku." Diba nyerocos dengan gaya alaynya
" Kamu itu gimana sih, katanya dulu kamu suka kak ozhan?" aku tersenyum geli
" Denger-denger kak Ozhan udah punya pacar. Ah, sebel!"
Kami tersenyum geli mendengar cerita Diba.
" Eh, kawan gimana habis sekolah ini kita nonton?"
" Ayok" jawab Juna
" Nonton apaan ?" tanyaku
" Nonton magic hour. yuk yukkkkk. biar tambah rangket pertemanan kita" rayu Diba
" iya-iya ..." jawabku
tet... tet... tet.... tet....tet.... Bel pulang berbunyi
" Yes yuk gasss. see you sampai ketemu didepan ya!" Diba yang buru-buru kembali ke kelasnya.
" Semangat banget tuh bocah?" tanya Juna
" Hhahahahah. yuk .."
Kami berdua kembali ke kelas, mengambil tas dan berjalan ke lobby sekolah menunggu Diba.
" Hai guyssss!. ayokkk. Juna naik mobilmu ya ?"
" Iya dib" kami pergi ke parkiran dan masuk ke mobil Arjuna.
" Bang, bilangin bunda ya aku pulang telat. aku mau nonton magic hour sama Diba dan Arjuna"
" Iya dek" balas BBMnya bang Ozhan.
Seharian penuh kami bertiga main di mall. Sore jam 16.00 kami pulang. Kami mengantar Diba pulang. Karena rumah kami dan Diba duluan Diba. Setelah Diba Arjuna nganter aku pulang. Sampai di rumah...
" Juna, makasih ya? enggak mampir ?"
" Lain hari aja deh udah sore, dan aku juga mau futsal sama temen-temen smp"
" oalah oke deh. ya udah ya?"
Juna melempar senyum.Aku keluar dari dalam mobil Juna
Aku masuk ke kamar dan aku ketiduran. Ku tengok jam dinding  dan sudah menunjukkan jam 18.00. Aku beranjak ke kamar mandi dan segera membersihkan badanku yang bau asem tadi. Setelah mandi dan ganti baju aku turun ke lantai bawah untuk menemui bunda dan abangku yang sedang menonton TV.
" Bunda nonton apa ?" sambil mengeringkan rambut dengan handuk.
" Ini lo nonton tetangga masa gitu sih. hahahaha lucu banget" Jawab bundaku tanpa mengalihkan pandangannya dari layar TV dan sesekali tertawa terbahak-bahak dengan abangku.Aku pun ikut nonton TV bareng sama abang dan bundaku. Tiba-tiba ponselku bergetar ada pesan masuk. Ternyata dari kak Nicolas yang memberikan pengumuman bahwa besuk hari Sabtu Pramuka wajib kelas X.
" Dek, tolong info kan ke seluruh temanmu ya bahwa besok hari Sabtu kelas X wajib mengikuti pramuka" itu pesannya
" Iya kak" balasku. kemudian aku menginfokan pengumuman tersebut ke suluruh teman-temanku.
" Bunda aku keatas dulu ya mau belajar habis itu tidur"
" Iya sil. Bang kayak adekmu itu lo belajar. Kamu yang mau UN! sana belajar!"
" Iya bund.. iya bund" bang ozhan lari kekamarnya dan ketakutan.
Aku berjalan santai menyusuri koridor menuju kekelas XB. Aku melihat Diba mengobrol dengan temannya di lobby.
" Hai, sil. Tumben baru dateng ? Biasanya kamu duluan yang nyampe disekolah?" tanyanya
" Hai juga Dib. Iya aku tadi nagnter bundaku soalnya pak Jono lagi sakit" jawabku
" emhh, ya udah ya aku ke kelas dulu. Entar istirahat pertama kita ketemuan di kantin oke?" kataku.
" Oke!"
Aku masuk ke kelas dan menyapa Arjuna yang sudah datang dari tadi. Kemudian aku duduk di sampingnya.
" Selamat pagi teman?" 
" Selamat pagi sil, ciyeee ada coklat?mau dong?"
" Enak aja. Nanti lah kita makan bertiga sama Diba"
" Yah pelit banget. Dari siapa tuh ? ciye dapet cem-ceman? hahaha "
"Enggak tahu dari siapa. tiba-tiba ada diatas bangkuku gitu"
Tak lama kemudian seorang guru laki-laki berkaca mata masuk dan memulai pelajaran. 15 menit berlalu. Rasanya bosan banget, mata mengantuk dan bibir menguap terus. Cara mengajarnya monoton dan tidak bercanda sedikit pun
***********************bersambung***************************

Jumat, 12 Februari 2016

****** Lanjut *******



Kira- kira 15 menit lonceng masuk berbunyi. teng.. teng... teng...... tenggg
Kemudian kak Fida dan kak Arkan masuk ke ruang Tulip. 
" Selamat pagi dek? masih semangat ?" tanya kak Fida
" Capek kak..." jawab kami
" Pagi-pagi kok udah loyo? semangat dek ini hari terakhir kita MOS lo?"
Kami cuman tersenyum
" Materi dulu ya dek. Pematerinya bapak Joko. terimakasih" KAK Fida dan kak Arkan lalu keluar ruangan kemudian pak Joko masuk untuk memberikan materi.
1 Jam kami diberi materi tentang Adiwiyata Mandiri. Setelah itu kak Arkan dan kak Fida masuk ke ruang tulip kembali.
" Gimana dek? materinya ? kita santai aja ya dek sekarang.oh, iya surat cintanya dikumpulin ke ketuamu dan surat bencinya dikumpulin ke wakilmu ya dek?" perintah kak Fida
" Iya kak". Kemudian anak-anak ngumpulin surat cinta dan benci kemudian dibungkus dengan karung beras.
" Dek, nggak hanya kalian lo yang buat surat. Kita juga buat surat tapi kita cuman buat surat cinta kepada kalian. tunggu aja nanti ya dek"
" Boring banget. duh.." gumamku
" Eh, kamu buat surat cintanya ke siapa sil ?" tanya Diba
" ke kak Fida"
" Kirain kamu ke kak Nicolas. hehehhe... bercanda"
" Hehehe lucu?" tanyaku singkat.
" Oh iya dek kardusnya dikumpuin kedepan ya ??" perintah kak Arkan
" Iya kak" Kami semua maju kedepan untuk ngumpulin kardus. 
Tepat jam 09.00 WIB ada panitia yang menyamar menjadi tukang pos untuk mengantarkan surat cinta dan benci kepada murid-murid.
" Adiba ada surat!" teriak pak pos
kemudian Diba mengambil surat dari pak pos.
" Ciyeee,,, dapat surat cinta nih hahhahahaha..."
" Apaan sih nggak lucu sil" sambil tersenyum
Aku maju kedepan mau ijin ke toilet
" Maaf kak ijin ke toilet"
" Iya dek"
Kemudian aku keluar ruangan dan pergi ke toilet.
Ketika keluar dari toilet .. Brukkk...
" Aduh" aku terjatuh
" eh, maaf dek"
Aku melihat keatas ternyata kak Arkan
" iya kak aku juga minta maaf"
Dia tersenyum dan membantu aku untuk berdiri kembali
" Makasih kak"
" Sama-sama. ya udah dek aku tinggal dulu ya?"
" Iya kak" jawabku sambil pergi. " Untung ganteng. Kalau enggak udah aku marahin.hemmh" gerutuku.
Aku duduk kembali di bangkuku.
" Eh sil. kamu dapat surat cinta lo ?"
" Makasih Dib. Kamu dapat berapa ?"
" Aku dapat 3. Kamu dapat berapa?"
" Aku dapat 5"
" Ciyeee banyak banget kakak kelas yang suka sama kamu?"
" Apaan. nggak penting banget acara kayak gini" Aku masukan surat cintaku ke dalam laci meja.
teng... teng... tanda istirahat
jam 13.00 WIB masuk dan langsung dikumpulkan di halaman tengah untuk menyaksikan pertunjukan pertunjukan exstra kulikuler yang ada disekolahan baruku.
Kami duduk beralaskan kardus yang kami bawa tadi. Setelah itu kami menyaksikan atraksi-atraksi dari exstra kulikuler.
"Bang, kamu hari ini masuk enggak ? aku bosen banget sama acaranya. culik aku bang" BBM aku ke abangku.
" Hahaha.. adekku yang cantik habis ini kamu enggak bakal ngerasa bosen lagi kok. Tenang aja" balasan BBM dari abangku.
" eh.. ehh.. sil dengerin tuh sekarang saatnya pembacaan surat cinta" 
Aku langsung melihat ke arah panggung dan memasang telinga untuk mendengarkan pembawa acara tersebut.
" ... Sekarang surat cinta dari kakak panitia tergombal akan saya bacakan." Kata pembawa acara tersebut sambil mengoyak surat bewarna putih. Dan kemudian pembawa acara itu terkikik pelan dan membacakan isinya.
" Lo, ternyata surat dari kakak panitia juga dibacakan disini to ?" Diba kaget
" gak penting" Sinisku
" Hih, kamu tuh sil"
Selama pembacaan surat tersebut aku merasa geli dan risih tetapi beda dengan Diba. Diba terkikik pelan mendengar gombalan-gombalan tersebut.
" ... Surat ini aku tunjukan ke dek Sesil Keisha. Dengan wajah yang cantik, manis dan imut" Lanjut pembawa acara tersebut.
Kini aku terdiam dan me`nggeleng-gelengkan kepala. Diba makin ngakak mendengar surat itu ditujukan ke siapa. Aku cubit Diba. Dan teman-teman dari ruang tulip menyoraki dan tertawa.
" ciyeeeee sesil.." Semua temanku dari ruang tulip berkata seperti itu.
"... tertanda Nicolas" pembawa acara tersebut mengakhirinya dan melihat kearah panitia.
" Hayo yang bernama Kak Nicolas maju kedepan untuk mempertanggung jawabkan isi surat tersebut. Dan yang bernama dek Sesil maju kedepan"
Kak Nicolas maju kedepan.
" Kurang dek Sesil. Mana ya dek Sesil. segera dek Sesil maju kedepan" perintah pembawa acara tersebut.
Dengan terpaksa aku maju kedepan. Malu ? iya aku malu sekali. 
Ketika aku dan kak Nicolas sepanggung. Semua anak-anak menyoraki.
"Cocok-cocok. Udah ayo ndang PJ" Kakak panitia menyoraki seperti itu.
" Gimana dek sesil tanggepanmu ketika kak Nicolas mengirimkan surat seperti itu ?"
Aku cuman tersenyum. Bingung mau jawab apa. Kalau aku bilang gak penting entar aku digebukin sama kakak panitia, kalau aku tanggepin entar malah tambah rame. Jadi ya hanya diam. Tetapi pembawa acara memaksa aku untuk membalas surat tersebut. Dan akhirnya aku jawab
" Terimakasih kak suratnya"
" Udah gitu aja dek sesil ?" tanya pembawa acara tersebut
" Iya" jawabku
" Gimana perasaan mu ke kak Nicolas?"
" Kak Nicolas adalah kakak kelas saya. itu perasaan saya"
" Oh my god. Kamu nggak ada rasa sama kak Nicolas yang keren ini ?"
Aku senyum canggung.
" ya sudah terimakasih Nicolas yang ditolak gombalannya dan adek sesil. Silahkan kalian kembali ke tempat"
Kami kembali ke tempat masing-masing. Kemudian pembawa acara melanjutkan acara kembali
"... tibalah saatnya acara puncak yang ditunggu-tunggu persembahan dari exstra kulikuler musik. Silahkan abang-abang yang kece maju ke depan naik ke atas panggung hehehehe"
" lo bang ozhan ? oalah ini to yang dimaksud BBMnya tadi" gumamku
" Aduh,, ganteng banget gitarisnya.. siapa ya dia ? udah punya pacar belum ya ?"
Aku lihat kearah Diba dan tertawa.
" Apaan sih sil ketawa-ketawa!"
" Lucu kamu Dib"
" Silahkan perkenalan diri kalian.Dimulai dari yang drumer" perintah  pembawa acara tersebut.
"....Halo perkenalkan saya ozhan kelas 12 IPA 2" 
" Kak ozhan !!!" teriak cewek - cewek termasuk Diba juga.
" Idih,, abang disitu sok ganteng. hehehe" Aku nge-BBM bang ozhan.
Kemudian mereka langsung ngeband. Semua jingkrak-jingkrak mengikuti alunan musik tersebut. Aku keluar dari acara tersebut dan memilih ditempat yang sepi. Aku berjalan kearah taman dan dudukdi gazebo.
Ketika aku lagi duduk-duduk di Gazebo, Kak Arkan menghampiriku.
" Lo, dek kamu kok disini ?" tanyanya
" Iya kak, aku pusing lihat banyak orang. Nggak suka lihat kayak gitu.nggak papa kan kak ?"
" Enggak papa kok dek"
Kami berdua ngobrol kesana kemari dan tertawa. Di tengah-tengah ngobrol kami tiba-tiba kak Nicolas datang dan menghampiri kearah kami.
" Hai kan!" sapanya
" iya co!" jawab kak Arkan
 " Ngapain kamu disini ? lo dek ngapain kamu disini ?" tanyanya
" Enggak papa kak. Pusing aku lihat orang rame" jawabku
" Eh kan, sana lo siap-siap sana lo. pidatonya disiapkan hahahah"
" Lo, bukannya itu ketua osis ya kalau yang nutup acara pakai pidato segala coba ?" gumamku
" Dek... helllo !" Kak Nicolas membangunkan lamunanku
" hmmh, iya kak ada apa ?"
" Kok ngelamun. Kamu ngelamun apa ?" tanyanya
" Enggak papa kok kak hehehe.."
" Ya udah ya aku tinggal dulu dek, co ?" pamit kak Arkan
" Iya kak." " Yoi kan. sukses ya nanti!!"
" Siap bos!" jawab arkan dan pergi meninggalkan kami berdua.
Perasaanku ada yang moto aku dan kak Nicolas di belakang. Setelah aku tengok nggak ada yang moto malah kak Arkan pergi langsung. Setelah ditinggal kak Arkan suasana di gazebo jadi canggung.
" Emmmh, dek maaf ya boleh enggak aku minta no hape kamu ?" tanya kak Nicolas
" Bauat apa kak ?"
" Buat ngasih pengumuman tentang osis kepadamu lalu kamu sebarin ke teman-temanmu"
" oh, gitu ya udah deh kak. 0857xxxxxxxx "
" Makasih ya dek"
" Iya kak sama-sama"
Aku ngobrol dengan kak Nicolas. Ternyara udah 1 Jam.
" Ngomong-ngomong kia disini udah sejam. yuk kesana lihat acara penutupan"
" Iya mas ayoo"
Kami berdua jalan bareng ke acara yang tadi. Sampai ditempat kami mendengarkan pidato dan ternyata yang berpidato itu adalah kak Arkan. Kak Arkan ternyata ketua osis SMA baruku.
" What, Kak Arkan ketua osis ?" gumamku didalam hati.
Setelah itu aku mendengarkan pidato beliau. Dan sesekali mata beliau menatapku. Tapi tatapannya itu selalu ketahuan. Aku melihat kejadian itu terkikik pelan. Kak Arkan selesai membacakan pidato. Dan MOS yang dilakukan 3 hari sudah resmi ditutup. semua siswa-siswai baru bersorak sangat bahagia sekali.
Acaranya selesai kami semua bergegas ke ruangan asing-masing untuk mengambil tas dan bergegas pulang. Aku sms pak Jono untuk menjemput saya.
" Pak Jono jemput"
" Iya non"
 Aku duduk di lobby menunggu pak Jono.
" Sil aku pulang dulu ya.... see you!" sapa Diba
" Sil, kok belum pulang ?" tanya Arjuna yang tadi jalan bareng sama Diba
" Iya masih nunggu jemputan"
" Oalah iya udah aku pulang dulu ya?"
" Iya hati-hati Juna"
Pak Joni sudah sampai dan aku bergegas menuju ke mobil. Kemudian langsung pulang. Sampai dirumah aku langsung ganti baju dan makan siang.
" Dek, nanti jam 16.00 WIB anter abang les!" teriaknya dari ruang televisi
" Bang aku capek"
" Tidak bisa ingat perjanjian lo ya !"
" Ah, abang iya iya!"
" Hahahaha... kacihan adek abang ini. Habis ditembak cowok jadi pelupa"
" Abang apaan sih!"
" Bercamda dek!"
Setelah selesai makan aku pergi ke kamar dan tidur-tiduran sambil mp3an.
" Ah, udah jam 15.00 jam kok cepet banget sih." Aku beranjak dari kasurku dan bergegas ke Kamar mandi.
 Setelas selesai mandi aku menuju ke kamar bang Ozan untuk mengambil kunci mobilnya dan mengeluarkannya dari garasi. Jam 15.30 Aku jadi sopir pertamanya bang ozan. Aku mengantarkan kakakku les. Maklumlah dia sekarang kelas 12 bentar lagi mau UN.
" Dek, nanti jemput aku jam 18.30"
" Iya bang"
Kemudian bang Ozan keluar dari mobilnya dan les.
" Aduh , ngapain nih enaknya. Kalau pulang ribet nanti. Ke Gramed aja deh" pikirku
Aku ke Gramed mencari novel-novel yang menarik. 
" Lo, kak Arkan ?"
" Iya, eh kamu sil?"
" hehe iya kak. Kaka disini cari apa ?"
" Nih seperti yang kamu lihat. Kamu disini beli apa ?"
" Oh gitu aku mau beli novel kak hehehe"
" Oh, gitu ya udah ya dek aku tinggal dulu"
" Iya kak"
Setelah aku menemukan novel yang menarik aku langsung bayar buku tersebut.
Kak Arkan yang masih disitu memfoto buku apa yang aku beli.
Setelah bayar aku pergi menuju tempat cafe yang memberikan coffe yang enak-enak serta lagu-lagu klasik. Apalagi disini ada minuman kesukaanku yaitu moccaccino.
Aku duduk dan memesan coffe moccaccino seperti biasa sambil baca novel. 
" Dek Sesil ? "
" Lo kak Arkan ?"
" Hai dek boleh aku gabung?"
" Oh iya mas silahkan. Kak Arkan sering nongkrong di caffe ini ?
" Iya dek disini tenang. Aku suka banget disini."
Disaat aku ngobrol-ngobrol dengan Kak Arkan pesanaku sudah datang.
" Penggila moccacino ya?"
" hehehe iya kak."
Setelah iu pesanan kak Akan  datang.

**************************** bersambung*************************************
 
 

Kamis, 11 Februari 2016

Protective!

Kringgggg... kringgg.. jam weker menunjukkan pukul 06.00 pagi. Aku berangkat nai bus umum. Sebenarnya sih aku punya abang ganteng banget satu sekolahan juga sama aku. Setiap wanita selalu menjuluki abangku Romeo. Tapi aku lebih suka berangkat ke sekolah sendiri nggak sama- sama. Sekolah baruku itu banyak pohon besar-besar dan warnya hijau semua serba hijau. Maklumlah sekolah Adiwiyata Mandiri. Sekolahku itu luas banget sebenarnya,kalau dilihat dari depan aja kelihatan sempit dan kecil.
Bus yang aku tumpangi berhenti tepat di depan gerbang sekolahku. Setelah turun dari bus aku membenarkan posisi tas dan baju supaya kelihatan rapi dan lolos dari panitia Tatib MOS. Lalu aku berjalan 
"memasuki gerbang sekolah dan aku menyapa kakak - kakak yang standby menjaga gerbang sekolah. Aku berjalan menuju kerumunan murid baru untuk melihat dimana kelas yang akan aku tempati untuk MOS selama 3 hari. 
Sesil Keisha Utomo ruang Tulip. nah itu dia namaku !
" tapi itu kelasnya dimana ya ? mana lagi sekolahannya besar banget!" gumamku
" Hai, aku Adiba kamu ruang tulip juga ?"
" iya kamu kok tahu?"
" namamu Sesil, Sesil Keisha Utomo. Nomor urutmu tepat diatasku"
Aku hanya tersenyum canggung.
" Yuk cari ruangannya !"
" Emang kamu tahu ruangannya dimana ?"
" Enggak. hehehe makanya kita cari sama- sama"
" Duh, ya udah deh yuk cari sama - sama"
" yuk"
Kami berdua meninggalkan papan pengumuman dan mencari dimana ruang tulip berada.
" Eh ini ruang Tulip. kamu duduk sama aku aja ya sil"
"iya Dib" kami berdua masuk ke ruang Tulip dan duduk di bangku yang masih kosong.
Teng... teng... teng... teng... itu tanda segera kumpul ke lapangan untuk upacara pembukaan MOS. Kami yang masih jadi mahasiswa baru berlarian menuju ke lapangan dan berbaris rapi. Setelah upacara selesai kami masuk ke ruangan . 
Setelah 5 menit seorang guru masuk ke ruang Tulip dan memperkenalkan dirinya. Dan setelah itu masing-masing siswa mulai memperkenalkan dirinya. Sekarang tiba giliranku. Aku maju ke depan dan mulai memperkenalkan diri.
" perkenalkan nama saya Sesil Keisha Utomo. Panggil saja Sesil" 
" Hai Sesil" semua anak-anak yang satu ruangan denganku menyapa.
aku balas mereka dengan senyum dan menganggukkan kepala.
" Sil, kamu itu apa adeknya ozhan?" Tanya bu Guru.
aku hanya nyengir dan ngangguk pelan langsung duduk. Dari dulu sampai sekarang aku paling nggak suka kalau orang - orang itu tahu kalau aku punya kakak. Karena kakakku itu yang bernama Gaozhan Hardyan Utomo itu terkenal menjadi romeo di sekolahannya. Dan aku dari SD - SMA satu sekolahan sama dia.
Materi pertama selesai. Gurunya pun keluar dari ruang Tulip. Kemudian ada kakak Panitia yang berjumlah 2 orang laki-laki dan perempuan masuk memperkenalkan diri mereka. 
" Dek, kenalin aku kak Fida dan ini sebelah kakak kak Arkan. Disini kami sebagai PJ kelas kalian, jadi kalau ada apa-apa tanyakan aja ke kami ya dek, mengerti ?''
" Mengerti kak" jawab serentak
" Oh, kakak belum kenal kalian. Yuk kenalin kalian satu per satu. Biar makin kenal!. Mulai dari depan ya??? cepetan dek kamu maju." suruh kak Fida.
Setelah Diba kini giliranku maju untuk memperkenalkan diriku kembali.
" perkenalkan nama saya Sesil Keisha , panggil saja aku sesil"
" hai dek Sesil" kak Fida menyapa. 
" Hai kak " jawabku dan kembali duduk.
" Oh, iya dek kalian apa sudah menunjuk siapa ketua dan wakil ketua ruangan ini ?" tanya kak Arkan
" Belum kak!" jawab serentak
" Ya sudah silahkan kalian mengajukan usulan siapa yang akan dijadikan kandidat. 5 cewek 5 cowok"
Suasana ruang Tulip menjadi gaduh karena bingung siapa yang akan dijadikan kandidat.
" Kak saya mengusulkan Sesil" tiba-tiba suara itu mengagetkan lamunanku.
Aku kaget mendengar pernyataan tadi. aku menoleh kearah Diba. Dan Diba dengan tampang tak berdosa hanya tersenyum bahagia.
" oh, iya silahkan maju Sesil" Jawab kak Fida. 
Dengan terpaksa aku maju. Semua sudah ada 5 cewek 5 cowo. Kemudian kak Arkan menyuruh kami membuat visi misi selama 15 menit. Masing-masing kandidat bingung sendiri-sendiri. Semua bingung visi misi apa yang akan disampaikan kepada teman-teman mereka. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala heran banget kenapa mereka antusias. Padahal enggak tahunya nanti kalau ada eval yang paling banyak kena marah adalah ketua sama wakilnya.
Tiba saatnya kami berorasi Visi Misi yang dibuat. Semua bagus-bagus visi - misi yang disampaikan. Setelah itu giliranku menyampaikan visi misi ku.
" Teman-teman, perkenalkan nama saya Sesil, maaf sebelumnya saat ini saya belum punya Visi Misi karena waktu yang diberikan untuk membuat visi misi sangat singkat. Jadi ide-ide belum keluar dari pikiran saya. Singkatnya saya tidak akan memberikan kata-kata manis yang intinya apabila saya menjadi wakil ketua maka saya akan bertanggung jawab akan jabatan saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan tugas saya sebagai wakil ketua. Itu sedikit orasi saya. terimakasih..."  
" Iya itu lah Visi- Misi yang diberikan para kandidat kepada kalian. Di mohon untuk adek - adek semua untuk memilih siapa yang akan jadi ketua sama wakil ketuanya. Kak Arkan sedang membagikan kertas kosong. Masing-masing mendapatkan 2 kertas. Mohon untuk menuliskan siapa yang akan anda pilih"
Semua menuliskan nama yang mereka pilih kecuali kandidat. Kandidat tidak mempunya hak suara. Dan sekarang sedang dilakukan penghitungan suara. Kemuadian sekitar 25 menit sudah diketahui siapa yang terpilih menjadi ketua dan wakil ketua.
" Ketua dari ruang Tulip adalah Arjuna Dewanta, dan wakilnya adalah Sesil dimohon ketua dan wakilnya maju kedepan!" Kata kak Fida.
"Gilaaaa, orasiku aja padahal kek gitu kok bisa kepilih sih!" gumamku dalam hati
Aku dan Arrjuna maju kedepan.
" Selamat yang sudah terpilih menjadi ketua dan wakil ruang Tulip.Beri applause kepada mereka.!" perintah kak Fida.
Semuanya tepuk tangan. Dan kami berjabat tangan sebagai simbol kami akan bekerja sama.
Semua memberi tepuk tangan.
teng... teng.... tanda istarahat.
Kak Fida dan Kak Arkan keluar dari ruangan dan anak-anak juga keluar dari ruangan ada yang menuju ke kantin, toilet atau sekedar bertemu temannya yang satu SMP dulu.
" Kantin yuk !" ajak Diba
" Maaf Dib, aku dibawain bekal sama bundaku."
" oalah okeedeh, aku ke kantin dulu ya laper"
" iya!" jawabku sambil membuka bekalku.
Pas asik-asiknya lagi makan tiba - tiba cekrekkk. Terdengar suara kamera sedang memfoto. Kak Arkan sedang memfoto ruang Tulip.Ruangan sepi hanya ada aku dan kak Arkan. Kak Arkan tiba-tiba duduk di meja guru lalu mefoto ruangan Tulip. Entah apa yang di foto suasana kelas menjadi canggung. Dan aku buru-buru keluar dari ruangan karena suasana didalam kelas canggung banget.
" Hei Sil, aku Arjuna Dewanta"
"oh, iya Arjuna"
Kami berdua ngobrol kesana kemari dan Diba mengahmpiriku. 
" Hai sil.kenalin kek, masak aku dianggurin?"
" oh iya, Juna ini kenalin dia Diba."
" Hai Diba... " mereka berdua berjabat tangan. 
Lalu bercerita kesana kemari kembali.
Teng... teng... teng... teng... tanda masuk ke kelas berbunyi. Setelah istirahata murid- murid baru segera kembali ke ruangan masing-masing dan Kak Fida dan kak Arkan masuk ke ruang Tulip kembali. 
" Dek enaknya kita ngapain sekarang ?" tanya kak Fida
" Duh garing banget tanya begituan." gerutuku
" Pulang kak. capek" celetuk salah satu siswa. Entah siapa namanya.
" Apa pulang ? ya dek tunggu ya. jam 16.00 WIB pulang kok" balas kak Fida.
" Huuuuuu..." semua menyoraki jawaban dari Kak Fida.
Ketika aku menoleh kearah jendela terlihat beberapa kakak panitia sedang keluar masuk ruangan. Dan setelah di masuki kakak panitia tersebut pasti keluarnya membawa murid baru yang kena kesalahan ke lapangan. 
" itu dia panitia Tatib beraksi" gumamku dalam hati.
Tidak menunggu waktu yang lama akhirnya kelas kami dimasuki panitia Tatib.
" Semuanya berdiri ! keluarkan barang kalian masing- masing !" bentak kakan panitia Tatib. Sambil memukul penggarisnya ke meja.
Semua berdiri dan mengeluarkan barang-barang dari tas mereka masing-masing. Semua barang-barang yang dibawa anak- anak baru diperiksa dan diukur apa sudah benar perintah yang diberikan oleh kakak panitia. 
anak- anak tulip banyak juga yang kena kesalahan akhirnya dibawa keluar ke lapangan untuk dikumpulin jadi satu.
" Ketua sama wakil juga ikut keluar !" teriak salah satu kakak panita Tatib.
 Aku dan Arjuna keluar mengikuti anak-anak yang terkena kesalahan tadi. Dan diikuti kakak - kakak panitia Tatib. Berhubung Aku dan Arjuna tidak melakukan kesalahan, kami keluar dar barisan dan membuat barisan sendiri. Kami di marahi habis-habisan karena teman-teman kami dari ruang tulip ada yang mebuat kesalahan. Tapi, kita enggak ikut dihukum seperti anak- anak yang melakukan kesalahan. 
Kira-kira ada 30 menit aku dan Juna berdiri panas-panasan cuman mendengar celotehan dari panitia Tatib. Setelah itu kami disuruh kembali ke kelasnya masing-masing. Lalu kami diberitahu barang apa yang wajib dibawa untuk MOS hari kedua. Kali ini barang yang dibawa itu aneh-aneh dan banyak banget. Setelah itu kami bersiap-siap untuk pulang.
Teng... teng.... teng.... teng....teng... tanda untuk pulang sudah tiba. 
" eh, aku pulang dulu ya sil. Aku udah dijemput" 
" oh, iya Dib. hati-hati ya"
Kami berpisah di lobby sekolah.
Berangkat naik bus pulang pun juga naik bus. Aku meununggu bus yang akan aku tumpangi. Akhirnya aku naik bus dansampailah aku dirumah.
Sampai dirumah aku langsung mencari abangku.
" Bang ozhan! bang ! bang ozhan!" sambil menuju ke kamarnya bang ozhan
" Pantes nggak denger dia headsettan kok !" gumamku. 
Aku buka headsetnya lalu ak teriak tepat dibelakangnya. " Bang ozhan!!!!!!!!" teriakku
" Iya! ada apa ?! kamu ngagetin aja!"
" Bang bantuin aku nyari barang yang disuruh ini bang! please!!! aku capek banget hari ini"
" Oke, tapi didunia ini nggak ada yang gratis lo dek ?"
" Tuh kan, pemerasannya kumat. iya-iya besok kalau udah selesai MOS aku traktir makan sushi deh"
" itu doang ?"
" Abang ahhh ! habis abang minta apa lagi ?"
" Aku mau kamu jadi sopir pribadi aku selama satu minggu?"
" ha?! abang gila ya? masak ak dijadiin sopir ? enggak mau ah entar satu sekolahan tahu aku adeknya abang. Kan abang tahu sendiri aku nggak suka semua orang kenal aku gara-gara abang tenar banget disekolah"
" Kalau disekolah kamu nggak usah jadi sopir aku. Maksudku itu ketika aku pengen main sama kak Marsha dan pergi ke swalayan"
" Intinya aku itu dijadiin obat nyamuknya abang sama kak Marsha ?"
" hahahaha.. udah mau nggak ? deal ? kalau deal aku carikan semua barang-barang yang disuruh sama panitia MOS"
 " iya deh iya deh terserah kakak! nih barang-barang yang harus dibawa buat besuk" langsung pergi keluar dari kamarnya bang ozhan.
" hahahahaha... "
Aku masuk ke kamarku langsung ku buang tasku di kasur dan aku mengisi bak mandi dengan air hangat.
" Capek banget hari ini" 
Setelah bak air hanga terisi kemudian aku berendam dan mandi sekalian. Air hangat membuat aku rileks banget dan menghilangkan rasa capek sambil mendengarkan lagu mp3 favoritku. Selesai mandi aku menyandarkan tubuhku ke tempat tidur.
" Enak banget ini kasur" 
Aku menutup mataku sambil merasakan Ac yang sangat sejuk dan pada akhirnya aku tertidur. Kring... kring... kringgg...Jam wekerku berbunyi seperti biasa. Jarum menunjukkan pukul 06.00 WIB. Aku segera bergegas mandi dan berngkat ke sekolah.Dan seperti biasa juga aku berangkat sekolah naik bus.
Sampai di sekolah aku langsung masuk ke ruang Tulip dan mengikuti MOS hari kedua. Aku berharap cepatlah berakhir MOS ini. Acara MOS kedua ini adalah pengenalan sekolah. Kami diajak berkeliling Sekolah dan PJ nya memberi tahu setiap ruangan yang dilewati. Lalu setelah itu kerja bakti kebutulan kami ditugaskan membersihkan taman tengah.
Tiba-tiba kepala rasanya sakit dan dunia itu seperti berputar-putar. Brukkk aku terjatuh aku masih sempat meliahat Diba dan teman-teman teriak-teriak memanggil namaku. Setelah itu hitam aku nggak tahu apa- papa. Tiba- tiba aku sudah ada di UKS di temani Diba. 
"hai, sil.. kamu udah bangun"
"iya dib" sambil membantu aku bersandar.
" nih, teh angetnya diminum dulu. Habis itu makan ya ?"
" iya makasih Dib"
" Sama- sama. Cepet sehat sil. Bentar ya aku mau ke kamar mandi"
Aku menganggukkan kepala. Pada waktu Diba pergi, Kak Arkan menghampiriku.
" Hai dek gimana sekarang kondisimu ?'
" lumayan mendingan kok kak. Daripada tadi"
" Oh, gitu yaudah cepet sembuh ya dek. Kalau udah sembuh segera masuk ke kelas untuk mengikuti kegiatan MOS. Tapi jangan dipaksain"
" iya kak"
 Lalu kak Arkan keluar dari UKS.
" eh sil kayaknya aku tadi lihat kak Arkan keluar dari UKS ?"
" apaan enggak. aku di UKS sendirian dari tadi. darimana aja sih kamu ? lama banget ke toiletnya ?"
" iya ta ,, maaf tadi di panggil kak Nicolas. Katanya vitamin c ini untuk kamu. ciyeeee dapet cem-ceman baru nih"
" Kak Nicolas dari panitia Tatib itu ?"
" Iya sil. mau dong vitamin c nya hehehehe"
" Kamu mau? ya udah buat kamu aja. Tapi aku minta satu ya?"
" Makasih ya Sesil"
" Sama-sama Diba. udah aku mau tidur. Tambah pusing aku. Kamu cerewet banget"
Teng... teng... teng... teng.. Akhirnya yang dinanti-nantikan datang juga. Saatnya pulang.
Arjuna dan Diba menuju ke UKS untuk menengokku sekalian membangunkan aku.
" Sil bangun udah saatnya pulang nih"
Aku terbangun dari mimpi hitamku.
"Eh, Juna. Iya"
" Sil kamu pulang sama siapa ? Dijemput kah ?" Tanya Diba
" emmh, gimana kalau kamu pulang sama aku aja sil. Rumah kita searah kok" 
" Enggak usah aku dijemput kok. ini supirku udah on the way kesini. Enggak usah repot-repot makasih"
" Eh guys, aku pulang dulu ya aku udah dijemput."
" Iya dib. hati-hati" jawab kami
" eee, ini tasmu sil"
" iya makasih ya juna. Udah sana pulang"
" sama-sama. Enggak aku nunggu kamu sampai kamu dijemput"
" hahaha Arjuna dasar kamu"
Pada waktu aku mau beranjak dari kasur tiba-tiba kepalaku pusing banget dan hampir jatuh.
" eh, hati-hati sil sini aku bantu. Kayaknya kamu ngak bisa jalan deh, bentar aku ambilin kursi roda"
Aku diam saja karena kepala ku pusing banget. Arjuna membantu aku untuk duduk di kursi roda. Lalu aku diantar sampai ke gerbang menggunakan kursi roda. Semua yang masih belum pulang melihat kearah kami. Aku merasa risih dengan tatapan seperti itu. Setelah itu pak jono sopirku memindahkan aku dari kursi roda ke mobil.
" Makasih pak"
" Iya non"
1 hari penuh aku istirahat. Begitu lah cara memulihkan keadaanku. Aku membuka mata dan melihat kearah jam pukul 20.00 baru saja ingin melanjutkan tidurku yang nyenyak tiba-tiba aku inget akan tugas apa yang diberikan panitia MOS untuk besok. Aku nge-BBM Diba.
" Dib, besuk tugasnya apa yang harus dibawa?"
" Enggak ada kok. Cuman suruh bawa kardus sama suruh buat surat cinta dan benci sil. Masing-masing 2 untuk kakak panitia. Perlu bantuan"
" ya udah, nggak perlu makasih ya Diba"
" Sama-sama"
Lalu aku nge- BBM  bang Ozhan
" Bang cariin aku kardus dong dan buatin surat cintadan benci masing-masing dua bang. Yang surat cintanya buat Kak Fida dan yang benci untuk kak Nicolas"
" Siap dek. Cepet sembuh ya" itu balasan BBM abangku.
Walaupun kami didepan orang dingin acuh tak acuh dan tidak memperlihatkan bahwa bang ozhan itu kakak saya begitu juga sebaliknya, tapi kami di belakang sangat akur, saling menyayangi, mencintai dan menjaga.
LINE..
" Siapa malam- malam gini nge-line aku ?" gumamku dalam hati
" Hai sil apa kabar? udah mendingan ?"
" Ha? Juna?" aku kaget lalu aku balas " iya udah mendingan kok"
" Syukurlah kalau gitu. Semoga besuk masuk"
" iya besuk aku masuk kok tenang aja"
Sehabis aku membalas LINE dari Juna aku langsung melanjutkan tidurku.
Tok... tok...tok...
" Dek bangun" sambil membuka pintu kamarku
" Eh, bunda iya bund ? ada apa?"
" Gimana? udah baikan?"
" Udah Bund"
" Ya udah kalau gitu cepet siap-siap berangkat ke sekolah ya nak. Tapi, hari ini kamu harus diantar sama pak .Jono"
" Iya bund. ya udah aku mau siap-siap berangkat ke sekolah dulu."Lalu aku beranjak dari tempat tidur dan masuk ke toilet. Kalau aku diantar itu aku selalu santai berangkat sekolah. Soalnya kalau bus itu kan cari penumpang dahulu. Sering berhenti-berhenti untu menurunkan penumpang ataupun penumpang masuk ke dalam bus. Setelah selesai memakan pagi aku pamit kepada kedua orang tuaku dan masuk kedalam mobil.
Sampai depan gerbang sekolah
" Pak nanti kalau aku sms jemput, langsung jemput ya pak ?"
" Iya non"
Aku keluar dari mobil dan menuju ke ruang Tulip.


******************************Bersambung*************************************