Kira- kira 15 menit lonceng masuk berbunyi. teng.. teng... teng...... tenggg
Kemudian kak Fida dan kak Arkan masuk ke ruang Tulip.
" Selamat pagi dek? masih semangat ?" tanya kak Fida
" Capek kak..." jawab kami
" Pagi-pagi kok udah loyo? semangat dek ini hari terakhir kita MOS lo?"
Kami cuman tersenyum
" Materi dulu ya dek. Pematerinya bapak Joko. terimakasih" KAK Fida dan kak Arkan lalu keluar ruangan kemudian pak Joko masuk untuk memberikan materi.
1 Jam kami diberi materi tentang Adiwiyata Mandiri. Setelah itu kak Arkan dan kak Fida masuk ke ruang tulip kembali.
" Gimana dek? materinya ? kita santai aja ya dek sekarang.oh, iya surat cintanya dikumpulin ke ketuamu dan surat bencinya dikumpulin ke wakilmu ya dek?" perintah kak Fida
" Iya kak". Kemudian anak-anak ngumpulin surat cinta dan benci kemudian dibungkus dengan karung beras.
" Dek, nggak hanya kalian lo yang buat surat. Kita juga buat surat tapi kita cuman buat surat cinta kepada kalian. tunggu aja nanti ya dek"
" Boring banget. duh.." gumamku
" Eh, kamu buat surat cintanya ke siapa sil ?" tanya Diba
" ke kak Fida"
" Kirain kamu ke kak Nicolas. hehehhe... bercanda"
" Hehehe lucu?" tanyaku singkat.
" Oh iya dek kardusnya dikumpuin kedepan ya ??" perintah kak Arkan
" Iya kak" Kami semua maju kedepan untuk ngumpulin kardus.
Tepat jam 09.00 WIB ada panitia yang menyamar menjadi tukang pos untuk mengantarkan surat cinta dan benci kepada murid-murid.
" Adiba ada surat!" teriak pak pos
kemudian Diba mengambil surat dari pak pos.
" Ciyeee,,, dapat surat cinta nih hahhahahaha..."
" Apaan sih nggak lucu sil" sambil tersenyum
Aku maju kedepan mau ijin ke toilet
" Maaf kak ijin ke toilet"
" Iya dek"
Kemudian aku keluar ruangan dan pergi ke toilet.
Ketika keluar dari toilet .. Brukkk...
" Aduh" aku terjatuh
" eh, maaf dek"
Aku melihat keatas ternyata kak Arkan
" iya kak aku juga minta maaf"
Dia tersenyum dan membantu aku untuk berdiri kembali
" Makasih kak"
" Sama-sama. ya udah dek aku tinggal dulu ya?"
" Iya kak" jawabku sambil pergi. " Untung ganteng. Kalau enggak udah aku marahin.hemmh" gerutuku.
Aku duduk kembali di bangkuku.
" Eh sil. kamu dapat surat cinta lo ?"
" Makasih Dib. Kamu dapat berapa ?"
" Aku dapat 3. Kamu dapat berapa?"
" Aku dapat 5"
" Ciyeee banyak banget kakak kelas yang suka sama kamu?"
" Apaan. nggak penting banget acara kayak gini" Aku masukan surat cintaku ke dalam laci meja.
teng... teng... tanda istirahat
jam 13.00 WIB masuk dan langsung dikumpulkan di halaman tengah untuk menyaksikan pertunjukan pertunjukan exstra kulikuler yang ada disekolahan baruku.
Kami duduk beralaskan kardus yang kami bawa tadi. Setelah itu kami menyaksikan atraksi-atraksi dari exstra kulikuler.
"Bang, kamu hari ini masuk enggak ? aku bosen banget sama acaranya. culik aku bang" BBM aku ke abangku.
" Hahaha.. adekku yang cantik habis ini kamu enggak bakal ngerasa bosen lagi kok. Tenang aja" balasan BBM dari abangku.
" eh.. ehh.. sil dengerin tuh sekarang saatnya pembacaan surat cinta"
Aku langsung melihat ke arah panggung dan memasang telinga untuk mendengarkan pembawa acara tersebut.
" ... Sekarang surat cinta dari kakak panitia tergombal akan saya bacakan." Kata pembawa acara tersebut sambil mengoyak surat bewarna putih. Dan kemudian pembawa acara itu terkikik pelan dan membacakan isinya.
" Lo, ternyata surat dari kakak panitia juga dibacakan disini to ?" Diba kaget
" gak penting" Sinisku
" Hih, kamu tuh sil"
Selama pembacaan surat tersebut aku merasa geli dan risih tetapi beda dengan Diba. Diba terkikik pelan mendengar gombalan-gombalan tersebut.
" ... Surat ini aku tunjukan ke dek Sesil Keisha. Dengan wajah yang cantik, manis dan imut" Lanjut pembawa acara tersebut.
Kini aku terdiam dan me`nggeleng-gelengkan kepala. Diba makin ngakak mendengar surat itu ditujukan ke siapa. Aku cubit Diba. Dan teman-teman dari ruang tulip menyoraki dan tertawa.
" ciyeeeee sesil.." Semua temanku dari ruang tulip berkata seperti itu.
"... tertanda Nicolas" pembawa acara tersebut mengakhirinya dan melihat kearah panitia.
" Hayo yang bernama Kak Nicolas maju kedepan untuk mempertanggung jawabkan isi surat tersebut. Dan yang bernama dek Sesil maju kedepan"
Kak Nicolas maju kedepan.
" Kurang dek Sesil. Mana ya dek Sesil. segera dek Sesil maju kedepan" perintah pembawa acara tersebut.
Dengan terpaksa aku maju kedepan. Malu ? iya aku malu sekali.
Ketika aku dan kak Nicolas sepanggung. Semua anak-anak menyoraki.
"Cocok-cocok. Udah ayo ndang PJ" Kakak panitia menyoraki seperti itu.
" Gimana dek sesil tanggepanmu ketika kak Nicolas mengirimkan surat seperti itu ?"
Aku cuman tersenyum. Bingung mau jawab apa. Kalau aku bilang gak penting entar aku digebukin sama kakak panitia, kalau aku tanggepin entar malah tambah rame. Jadi ya hanya diam. Tetapi pembawa acara memaksa aku untuk membalas surat tersebut. Dan akhirnya aku jawab
" Terimakasih kak suratnya"
" Udah gitu aja dek sesil ?" tanya pembawa acara tersebut
" Iya" jawabku
" Gimana perasaan mu ke kak Nicolas?"
" Kak Nicolas adalah kakak kelas saya. itu perasaan saya"
" Oh my god. Kamu nggak ada rasa sama kak Nicolas yang keren ini ?"
Aku senyum canggung.
" ya sudah terimakasih Nicolas yang ditolak gombalannya dan adek sesil. Silahkan kalian kembali ke tempat"
Kami kembali ke tempat masing-masing. Kemudian pembawa acara melanjutkan acara kembali
"... tibalah saatnya acara puncak yang ditunggu-tunggu persembahan dari exstra kulikuler musik. Silahkan abang-abang yang kece maju ke depan naik ke atas panggung hehehehe"
" lo bang ozhan ? oalah ini to yang dimaksud BBMnya tadi" gumamku
" Aduh,, ganteng banget gitarisnya.. siapa ya dia ? udah punya pacar belum ya ?"
Aku lihat kearah Diba dan tertawa.
" Apaan sih sil ketawa-ketawa!"
" Lucu kamu Dib"
" Silahkan perkenalan diri kalian.Dimulai dari yang drumer" perintah pembawa acara tersebut.
"....Halo perkenalkan saya ozhan kelas 12 IPA 2"
" Kak ozhan !!!" teriak cewek - cewek termasuk Diba juga.
" Idih,, abang disitu sok ganteng. hehehe" Aku nge-BBM bang ozhan.
Kemudian mereka langsung ngeband. Semua jingkrak-jingkrak mengikuti alunan musik tersebut. Aku keluar dari acara tersebut dan memilih ditempat yang sepi. Aku berjalan kearah taman dan dudukdi gazebo.
Ketika aku lagi duduk-duduk di Gazebo, Kak Arkan menghampiriku.
" Lo, dek kamu kok disini ?" tanyanya
" Iya kak, aku pusing lihat banyak orang. Nggak suka lihat kayak gitu.nggak papa kan kak ?"
" Enggak papa kok dek"
Kami berdua ngobrol kesana kemari dan tertawa. Di tengah-tengah ngobrol kami tiba-tiba kak Nicolas datang dan menghampiri kearah kami.
" Hai kan!" sapanya
" iya co!" jawab kak Arkan
" Ngapain kamu disini ? lo dek ngapain kamu disini ?" tanyanya
" Enggak papa kak. Pusing aku lihat orang rame" jawabku
" Eh kan, sana lo siap-siap sana lo. pidatonya disiapkan hahahah"
" Lo, bukannya itu ketua osis ya kalau yang nutup acara pakai pidato segala coba ?" gumamku
" Dek... helllo !" Kak Nicolas membangunkan lamunanku
" hmmh, iya kak ada apa ?"
" Kok ngelamun. Kamu ngelamun apa ?" tanyanya
" Enggak papa kok kak hehehe.."
" Ya udah ya aku tinggal dulu dek, co ?" pamit kak Arkan
" Iya kak." " Yoi kan. sukses ya nanti!!"
" Siap bos!" jawab arkan dan pergi meninggalkan kami berdua.
Perasaanku ada yang moto aku dan kak Nicolas di belakang. Setelah aku tengok nggak ada yang moto malah kak Arkan pergi langsung. Setelah ditinggal kak Arkan suasana di gazebo jadi canggung.
" Emmmh, dek maaf ya boleh enggak aku minta no hape kamu ?" tanya kak Nicolas
" Bauat apa kak ?"
" Buat ngasih pengumuman tentang osis kepadamu lalu kamu sebarin ke teman-temanmu"
" oh, gitu ya udah deh kak. 0857xxxxxxxx "
" Makasih ya dek"
" Iya kak sama-sama"
Aku ngobrol dengan kak Nicolas. Ternyara udah 1 Jam.
" Ngomong-ngomong kia disini udah sejam. yuk kesana lihat acara penutupan"
" Iya mas ayoo"
Kami berdua jalan bareng ke acara yang tadi. Sampai ditempat kami mendengarkan pidato dan ternyata yang berpidato itu adalah kak Arkan. Kak Arkan ternyata ketua osis SMA baruku.
" What, Kak Arkan ketua osis ?" gumamku didalam hati.
Setelah itu aku mendengarkan pidato beliau. Dan sesekali mata beliau menatapku. Tapi tatapannya itu selalu ketahuan. Aku melihat kejadian itu terkikik pelan. Kak Arkan selesai membacakan pidato. Dan MOS yang dilakukan 3 hari sudah resmi ditutup. semua siswa-siswai baru bersorak sangat bahagia sekali.
Acaranya selesai kami semua bergegas ke ruangan asing-masing untuk mengambil tas dan bergegas pulang. Aku sms pak Jono untuk menjemput saya.
" Pak Jono jemput"
" Iya non"
Aku duduk di lobby menunggu pak Jono.
" Sil aku pulang dulu ya.... see you!" sapa Diba
" Sil, kok belum pulang ?" tanya Arjuna yang tadi jalan bareng sama Diba
" Iya masih nunggu jemputan"
" Oalah iya udah aku pulang dulu ya?"
" Iya hati-hati Juna"
Pak Joni sudah sampai dan aku bergegas menuju ke mobil. Kemudian langsung pulang. Sampai dirumah aku langsung ganti baju dan makan siang.
" Dek, nanti jam 16.00 WIB anter abang les!" teriaknya dari ruang televisi
" Bang aku capek"
" Tidak bisa ingat perjanjian lo ya !"
" Ah, abang iya iya!"
" Hahahaha... kacihan adek abang ini. Habis ditembak cowok jadi pelupa"
" Abang apaan sih!"
" Bercamda dek!"
Setelah selesai makan aku pergi ke kamar dan tidur-tiduran sambil mp3an.
" Ah, udah jam 15.00 jam kok cepet banget sih." Aku beranjak dari kasurku dan bergegas ke Kamar mandi.
Setelas selesai mandi aku menuju ke kamar bang Ozan untuk mengambil kunci mobilnya dan mengeluarkannya dari garasi. Jam 15.30 Aku jadi sopir pertamanya bang ozan. Aku mengantarkan kakakku les. Maklumlah dia sekarang kelas 12 bentar lagi mau UN.
" Dek, nanti jemput aku jam 18.30"
" Iya bang"
Kemudian bang Ozan keluar dari mobilnya dan les.
" Aduh , ngapain nih enaknya. Kalau pulang ribet nanti. Ke Gramed aja deh" pikirku
Aku ke Gramed mencari novel-novel yang menarik.
" Lo, kak Arkan ?"
" Iya, eh kamu sil?"
" hehe iya kak. Kaka disini cari apa ?"
" Nih seperti yang kamu lihat. Kamu disini beli apa ?"
" Oh gitu aku mau beli novel kak hehehe"
" Oh, gitu ya udah ya dek aku tinggal dulu"
" Iya kak"
Setelah aku menemukan novel yang menarik aku langsung bayar buku tersebut.
Kak Arkan yang masih disitu memfoto buku apa yang aku beli.
Setelah bayar aku pergi menuju tempat cafe yang memberikan coffe yang enak-enak serta lagu-lagu klasik. Apalagi disini ada minuman kesukaanku yaitu moccaccino.
Aku duduk dan memesan coffe moccaccino seperti biasa sambil baca novel.
" Dek Sesil ? "
" Lo kak Arkan ?"
" Hai dek boleh aku gabung?"
" Oh iya mas silahkan. Kak Arkan sering nongkrong di caffe ini ?
" Iya dek disini tenang. Aku suka banget disini."
Disaat aku ngobrol-ngobrol dengan Kak Arkan pesanaku sudah datang.
" Penggila moccacino ya?"
" hehehe iya kak."
Setelah iu pesanan kak Akan datang.
**************************** bersambung*************************************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar