Kringgggg... kringgg.. jam weker menunjukkan pukul 06.00 pagi. Aku berangkat nai bus umum. Sebenarnya sih aku punya abang ganteng banget satu sekolahan juga sama aku. Setiap wanita selalu menjuluki abangku Romeo. Tapi aku lebih suka berangkat ke sekolah sendiri nggak sama- sama. Sekolah baruku itu banyak pohon besar-besar dan warnya hijau semua serba hijau. Maklumlah sekolah Adiwiyata Mandiri. Sekolahku itu luas banget sebenarnya,kalau dilihat dari depan aja kelihatan sempit dan kecil.
Bus yang aku tumpangi berhenti tepat di depan gerbang sekolahku. Setelah turun dari bus aku membenarkan posisi tas dan baju supaya kelihatan rapi dan lolos dari panitia Tatib MOS. Lalu aku berjalan
"memasuki gerbang sekolah dan aku menyapa kakak - kakak yang standby menjaga gerbang sekolah. Aku berjalan menuju kerumunan murid baru untuk melihat dimana kelas yang akan aku tempati untuk MOS selama 3 hari.
Sesil Keisha Utomo ruang Tulip. nah itu dia namaku !
" tapi itu kelasnya dimana ya ? mana lagi sekolahannya besar banget!" gumamku
" Hai, aku Adiba kamu ruang tulip juga ?"
" iya kamu kok tahu?"
" namamu Sesil, Sesil Keisha Utomo. Nomor urutmu tepat diatasku"
Aku hanya tersenyum canggung.
" Yuk cari ruangannya !"
" Emang kamu tahu ruangannya dimana ?"
" Enggak. hehehe makanya kita cari sama- sama"
" Duh, ya udah deh yuk cari sama - sama"
" yuk"
Kami berdua meninggalkan papan pengumuman dan mencari dimana ruang tulip berada.
" Eh ini ruang Tulip. kamu duduk sama aku aja ya sil"
"iya Dib" kami berdua masuk ke ruang Tulip dan duduk di bangku yang masih kosong.
Teng... teng... teng... teng... itu tanda segera kumpul ke lapangan untuk upacara pembukaan MOS. Kami yang masih jadi mahasiswa baru berlarian menuju ke lapangan dan berbaris rapi. Setelah upacara selesai kami masuk ke ruangan .
Setelah 5 menit seorang guru masuk ke ruang Tulip dan memperkenalkan dirinya. Dan setelah itu masing-masing siswa mulai memperkenalkan dirinya. Sekarang tiba giliranku. Aku maju ke depan dan mulai memperkenalkan diri.
" perkenalkan nama saya Sesil Keisha Utomo. Panggil saja Sesil"
" Hai Sesil" semua anak-anak yang satu ruangan denganku menyapa.
aku balas mereka dengan senyum dan menganggukkan kepala.
" Sil, kamu itu apa adeknya ozhan?" Tanya bu Guru.
aku hanya nyengir dan ngangguk pelan langsung duduk. Dari dulu sampai sekarang aku paling nggak suka kalau orang - orang itu tahu kalau aku punya kakak. Karena kakakku itu yang bernama Gaozhan Hardyan Utomo itu terkenal menjadi romeo di sekolahannya. Dan aku dari SD - SMA satu sekolahan sama dia.
Materi pertama selesai. Gurunya pun keluar dari ruang Tulip. Kemudian ada kakak Panitia yang berjumlah 2 orang laki-laki dan perempuan masuk memperkenalkan diri mereka.
" Dek, kenalin aku kak Fida dan ini sebelah kakak kak Arkan. Disini kami sebagai PJ kelas kalian, jadi kalau ada apa-apa tanyakan aja ke kami ya dek, mengerti ?''
" Mengerti kak" jawab serentak
" Oh, kakak belum kenal kalian. Yuk kenalin kalian satu per satu. Biar makin kenal!. Mulai dari depan ya??? cepetan dek kamu maju." suruh kak Fida.
Setelah Diba kini giliranku maju untuk memperkenalkan diriku kembali.
" perkenalkan nama saya Sesil Keisha , panggil saja aku sesil"
" hai dek Sesil" kak Fida menyapa.
" Hai kak " jawabku dan kembali duduk.
" Oh, iya dek kalian apa sudah menunjuk siapa ketua dan wakil ketua ruangan ini ?" tanya kak Arkan
" Belum kak!" jawab serentak
" Ya sudah silahkan kalian mengajukan usulan siapa yang akan dijadikan kandidat. 5 cewek 5 cowok"
Suasana ruang Tulip menjadi gaduh karena bingung siapa yang akan dijadikan kandidat.
" Kak saya mengusulkan Sesil" tiba-tiba suara itu mengagetkan lamunanku.
Aku kaget mendengar pernyataan tadi. aku menoleh kearah Diba. Dan Diba dengan tampang tak berdosa hanya tersenyum bahagia.
" oh, iya silahkan maju Sesil" Jawab kak Fida.
Dengan terpaksa aku maju. Semua sudah ada 5 cewek 5 cowo. Kemudian kak Arkan menyuruh kami membuat visi misi selama 15 menit. Masing-masing kandidat bingung sendiri-sendiri. Semua bingung visi misi apa yang akan disampaikan kepada teman-teman mereka. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala heran banget kenapa mereka antusias. Padahal enggak tahunya nanti kalau ada eval yang paling banyak kena marah adalah ketua sama wakilnya.
Tiba saatnya kami berorasi Visi Misi yang dibuat. Semua bagus-bagus visi - misi yang disampaikan. Setelah itu giliranku menyampaikan visi misi ku.
" Teman-teman, perkenalkan nama saya Sesil, maaf sebelumnya saat ini saya belum punya Visi Misi karena waktu yang diberikan untuk membuat visi misi sangat singkat. Jadi ide-ide belum keluar dari pikiran saya. Singkatnya saya tidak akan memberikan kata-kata manis yang intinya apabila saya menjadi wakil ketua maka saya akan bertanggung jawab akan jabatan saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan tugas saya sebagai wakil ketua. Itu sedikit orasi saya. terimakasih..."
" Iya itu lah Visi- Misi yang diberikan para kandidat kepada kalian. Di mohon untuk adek - adek semua untuk memilih siapa yang akan jadi ketua sama wakil ketuanya. Kak Arkan sedang membagikan kertas kosong. Masing-masing mendapatkan 2 kertas. Mohon untuk menuliskan siapa yang akan anda pilih"
Semua menuliskan nama yang mereka pilih kecuali kandidat. Kandidat tidak mempunya hak suara. Dan sekarang sedang dilakukan penghitungan suara. Kemuadian sekitar 25 menit sudah diketahui siapa yang terpilih menjadi ketua dan wakil ketua.
" Ketua dari ruang Tulip adalah Arjuna Dewanta, dan wakilnya adalah Sesil dimohon ketua dan wakilnya maju kedepan!" Kata kak Fida.
"Gilaaaa, orasiku aja padahal kek gitu kok bisa kepilih sih!" gumamku dalam hati
Aku dan Arrjuna maju kedepan.
" Selamat yang sudah terpilih menjadi ketua dan wakil ruang Tulip.Beri applause kepada mereka.!" perintah kak Fida.
Semuanya tepuk tangan. Dan kami berjabat tangan sebagai simbol kami akan bekerja sama.
Semua memberi tepuk tangan.
teng... teng.... tanda istarahat.
Kak Fida dan Kak Arkan keluar dari ruangan dan anak-anak juga keluar
dari ruangan ada yang menuju ke kantin, toilet atau sekedar bertemu
temannya yang satu SMP dulu.
" Kantin yuk !" ajak Diba
" Maaf Dib, aku dibawain bekal sama bundaku."
" oalah okeedeh, aku ke kantin dulu ya laper"
" iya!" jawabku sambil membuka bekalku.
Pas asik-asiknya lagi makan tiba - tiba cekrekkk. Terdengar suara kamera sedang memfoto. Kak Arkan sedang memfoto ruang Tulip.Ruangan sepi hanya ada aku dan kak Arkan. Kak Arkan tiba-tiba duduk di meja guru lalu mefoto ruangan Tulip. Entah apa yang di foto suasana kelas menjadi canggung. Dan aku buru-buru keluar dari ruangan karena suasana didalam kelas canggung banget.
" Hei Sil, aku Arjuna Dewanta"
"oh, iya Arjuna"
Kami berdua ngobrol kesana kemari dan Diba mengahmpiriku.
" Hai sil.kenalin kek, masak aku dianggurin?"
" oh iya, Juna ini kenalin dia Diba."
" Hai Diba... " mereka berdua berjabat tangan.
Lalu bercerita kesana kemari kembali.
Teng... teng... teng... teng... tanda masuk ke kelas berbunyi. Setelah istirahata murid- murid baru segera kembali ke ruangan masing-masing dan Kak Fida dan kak Arkan masuk ke ruang Tulip kembali.
" Dek enaknya kita ngapain sekarang ?" tanya kak Fida
" Duh garing banget tanya begituan." gerutuku
" Pulang kak. capek" celetuk salah satu siswa. Entah siapa namanya.
" Apa pulang ? ya dek tunggu ya. jam 16.00 WIB pulang kok" balas kak Fida.
" Huuuuuu..." semua menyoraki jawaban dari Kak Fida.
Ketika aku menoleh kearah jendela terlihat beberapa kakak panitia sedang keluar masuk ruangan. Dan setelah di masuki kakak panitia tersebut pasti keluarnya membawa murid baru yang kena kesalahan ke lapangan.
" itu dia panitia Tatib beraksi" gumamku dalam hati.
Tidak menunggu waktu yang lama akhirnya kelas kami dimasuki panitia Tatib.
" Semuanya berdiri ! keluarkan barang kalian masing- masing !" bentak kakan panitia Tatib. Sambil memukul penggarisnya ke meja.
Semua berdiri dan mengeluarkan barang-barang dari tas mereka masing-masing. Semua barang-barang yang dibawa anak- anak baru diperiksa dan diukur apa sudah benar perintah yang diberikan oleh kakak panitia.
anak- anak tulip banyak juga yang kena kesalahan akhirnya dibawa keluar ke lapangan untuk dikumpulin jadi satu.
" Ketua sama wakil juga ikut keluar !" teriak salah satu kakak panita Tatib.
Aku dan Arjuna keluar mengikuti anak-anak yang terkena kesalahan tadi. Dan diikuti kakak - kakak panitia Tatib. Berhubung Aku dan Arjuna tidak melakukan kesalahan, kami keluar dar barisan dan membuat barisan sendiri. Kami di marahi habis-habisan karena teman-teman kami dari ruang tulip ada yang mebuat kesalahan. Tapi, kita enggak ikut dihukum seperti anak- anak yang melakukan kesalahan.
Kira-kira ada 30 menit aku dan Juna berdiri panas-panasan cuman mendengar celotehan dari panitia Tatib. Setelah itu kami disuruh kembali ke kelasnya masing-masing. Lalu kami diberitahu barang apa yang wajib dibawa untuk MOS hari kedua. Kali ini barang yang dibawa itu aneh-aneh dan banyak banget. Setelah itu kami bersiap-siap untuk pulang.
Teng... teng.... teng.... teng....teng... tanda untuk pulang sudah tiba.
" eh, aku pulang dulu ya sil. Aku udah dijemput"
" oh, iya Dib. hati-hati ya"
Kami berpisah di lobby sekolah.
Berangkat naik bus pulang pun juga naik bus. Aku meununggu bus yang akan aku tumpangi. Akhirnya aku naik bus dansampailah aku dirumah.
Sampai dirumah aku langsung mencari abangku.
" Bang ozhan! bang ! bang ozhan!" sambil menuju ke kamarnya bang ozhan
" Pantes nggak denger dia headsettan kok !" gumamku.
Aku buka headsetnya lalu ak teriak tepat dibelakangnya. " Bang ozhan!!!!!!!!" teriakku
" Iya! ada apa ?! kamu ngagetin aja!"
" Bang bantuin aku nyari barang yang disuruh ini bang! please!!! aku capek banget hari ini"
" Oke, tapi didunia ini nggak ada yang gratis lo dek ?"
" Tuh kan, pemerasannya kumat. iya-iya besok kalau udah selesai MOS aku traktir makan sushi deh"
" itu doang ?"
" Abang ahhh ! habis abang minta apa lagi ?"
" Aku mau kamu jadi sopir pribadi aku selama satu minggu?"
" ha?! abang gila ya? masak ak dijadiin sopir ? enggak mau ah entar satu sekolahan tahu aku adeknya abang. Kan abang tahu sendiri aku nggak suka semua orang kenal aku gara-gara abang tenar banget disekolah"
" Kalau disekolah kamu nggak usah jadi sopir aku. Maksudku itu ketika aku pengen main sama kak Marsha dan pergi ke swalayan"
" Intinya aku itu dijadiin obat nyamuknya abang sama kak Marsha ?"
" hahahaha.. udah mau nggak ? deal ? kalau deal aku carikan semua barang-barang yang disuruh sama panitia MOS"
" iya deh iya deh terserah kakak! nih barang-barang yang harus dibawa buat besuk" langsung pergi keluar dari kamarnya bang ozhan.
" hahahahaha... "
Aku masuk ke kamarku langsung ku buang tasku di kasur dan aku mengisi bak mandi dengan air hangat.
" Capek banget hari ini"
Setelah bak air hanga terisi kemudian aku berendam dan mandi sekalian. Air hangat membuat aku rileks banget dan menghilangkan rasa capek sambil mendengarkan lagu mp3 favoritku. Selesai mandi aku menyandarkan tubuhku ke tempat tidur.
" Enak banget ini kasur"
Aku menutup mataku sambil merasakan Ac yang sangat sejuk dan pada akhirnya aku tertidur. Kring... kring... kringgg...Jam wekerku berbunyi seperti biasa. Jarum menunjukkan pukul 06.00 WIB. Aku segera bergegas mandi dan berngkat ke sekolah.Dan seperti biasa juga aku berangkat sekolah naik bus.
Sampai di sekolah aku langsung masuk ke ruang Tulip dan mengikuti MOS hari kedua. Aku berharap cepatlah berakhir MOS ini. Acara MOS kedua ini adalah pengenalan sekolah. Kami diajak berkeliling Sekolah dan PJ nya memberi tahu setiap ruangan yang dilewati. Lalu setelah itu kerja bakti kebutulan kami ditugaskan membersihkan taman tengah.
Tiba-tiba kepala rasanya sakit dan dunia itu seperti berputar-putar. Brukkk aku terjatuh aku masih sempat meliahat Diba dan teman-teman teriak-teriak memanggil namaku. Setelah itu hitam aku nggak tahu apa- papa. Tiba- tiba aku sudah ada di UKS di temani Diba.
"hai, sil.. kamu udah bangun"
"iya dib" sambil membantu aku bersandar.
" nih, teh angetnya diminum dulu. Habis itu makan ya ?"
" iya makasih Dib"
" Sama- sama. Cepet sehat sil. Bentar ya aku mau ke kamar mandi"
Aku menganggukkan kepala. Pada waktu Diba pergi, Kak Arkan menghampiriku.
" Hai dek gimana sekarang kondisimu ?'
" lumayan mendingan kok kak. Daripada tadi"
" Oh, gitu yaudah cepet sembuh ya dek. Kalau udah sembuh segera masuk ke kelas untuk mengikuti kegiatan MOS. Tapi jangan dipaksain"
" iya kak"
Lalu kak Arkan keluar dari UKS.
" eh sil kayaknya aku tadi lihat kak Arkan keluar dari UKS ?"
" apaan enggak. aku di UKS sendirian dari tadi. darimana aja sih kamu ? lama banget ke toiletnya ?"
" iya ta ,, maaf tadi di panggil kak Nicolas. Katanya vitamin c ini untuk kamu. ciyeeee dapet cem-ceman baru nih"
" Kak Nicolas dari panitia Tatib itu ?"
" Iya sil. mau dong vitamin c nya hehehehe"
" Kamu mau? ya udah buat kamu aja. Tapi aku minta satu ya?"
" Makasih ya Sesil"
" Sama-sama Diba. udah aku mau tidur. Tambah pusing aku. Kamu cerewet banget"
Teng... teng... teng... teng.. Akhirnya yang dinanti-nantikan datang juga. Saatnya pulang.
Arjuna dan Diba menuju ke UKS untuk menengokku sekalian membangunkan aku.
" Sil bangun udah saatnya pulang nih"
Aku terbangun dari mimpi hitamku.
"Eh, Juna. Iya"
" Sil kamu pulang sama siapa ? Dijemput kah ?" Tanya Diba
" emmh, gimana kalau kamu pulang sama aku aja sil. Rumah kita searah kok"
" Enggak usah aku dijemput kok. ini supirku udah on the way kesini. Enggak usah repot-repot makasih"
" Eh guys, aku pulang dulu ya aku udah dijemput."
" Iya dib. hati-hati" jawab kami
" eee, ini tasmu sil"
" iya makasih ya juna. Udah sana pulang"
" sama-sama. Enggak aku nunggu kamu sampai kamu dijemput"
" hahaha Arjuna dasar kamu"
Pada waktu aku mau beranjak dari kasur tiba-tiba kepalaku pusing banget dan hampir jatuh.
" eh, hati-hati sil sini aku bantu. Kayaknya kamu ngak bisa jalan deh, bentar aku ambilin kursi roda"
Aku diam saja karena kepala ku pusing banget. Arjuna membantu aku untuk duduk di kursi roda. Lalu aku diantar sampai ke gerbang menggunakan kursi roda. Semua yang masih belum pulang melihat kearah kami. Aku merasa risih dengan tatapan seperti itu. Setelah itu pak jono sopirku memindahkan aku dari kursi roda ke mobil.
" Makasih pak"
" Iya non"
1 hari penuh aku istirahat. Begitu lah cara memulihkan keadaanku. Aku membuka mata dan melihat kearah jam pukul 20.00 baru saja ingin melanjutkan tidurku yang nyenyak tiba-tiba aku inget akan tugas apa yang diberikan panitia MOS untuk besok. Aku nge-BBM Diba.
" Dib, besuk tugasnya apa yang harus dibawa?"
" Enggak ada kok. Cuman suruh bawa kardus sama suruh buat surat cinta dan benci sil. Masing-masing 2 untuk kakak panitia. Perlu bantuan"
" ya udah, nggak perlu makasih ya Diba"
" Sama-sama"
Lalu aku nge- BBM bang Ozhan
" Bang cariin aku kardus dong dan buatin surat cintadan benci masing-masing dua bang. Yang surat cintanya buat Kak Fida dan yang benci untuk kak Nicolas"
" Siap dek. Cepet sembuh ya" itu balasan BBM abangku.
Walaupun kami didepan orang dingin acuh tak acuh dan tidak memperlihatkan bahwa bang ozhan itu kakak saya begitu juga sebaliknya, tapi kami di belakang sangat akur, saling menyayangi, mencintai dan menjaga.
LINE..
" Siapa malam- malam gini nge-line aku ?" gumamku dalam hati
" Hai sil apa kabar? udah mendingan ?"
" Ha? Juna?" aku kaget lalu aku balas " iya udah mendingan kok"
" Syukurlah kalau gitu. Semoga besuk masuk"
" iya besuk aku masuk kok tenang aja"
Sehabis aku membalas LINE dari Juna aku langsung melanjutkan tidurku.
Tok... tok...tok...
" Dek bangun" sambil membuka pintu kamarku
" Eh, bunda iya bund ? ada apa?"
" Gimana? udah baikan?"
" Udah Bund"
" Ya udah kalau gitu cepet siap-siap berangkat ke sekolah ya nak. Tapi, hari ini kamu harus diantar sama pak .Jono"
" Iya bund. ya udah aku mau siap-siap berangkat ke sekolah dulu."Lalu aku beranjak dari tempat tidur dan masuk ke toilet. Kalau aku diantar itu aku selalu santai berangkat sekolah. Soalnya kalau bus itu kan cari penumpang dahulu. Sering berhenti-berhenti untu menurunkan penumpang ataupun penumpang masuk ke dalam bus. Setelah selesai memakan pagi aku pamit kepada kedua orang tuaku dan masuk kedalam mobil.
Sampai depan gerbang sekolah
" Pak nanti kalau aku sms jemput, langsung jemput ya pak ?"
" Iya non"
Aku keluar dari mobil dan menuju ke ruang Tulip.
******************************Bersambung*************************************
Lalu kak Arkan keluar dari UKS.
" eh sil kayaknya aku tadi lihat kak Arkan keluar dari UKS ?"
" apaan enggak. aku di UKS sendirian dari tadi. darimana aja sih kamu ? lama banget ke toiletnya ?"
" iya ta ,, maaf tadi di panggil kak Nicolas. Katanya vitamin c ini untuk kamu. ciyeeee dapet cem-ceman baru nih"
" Kak Nicolas dari panitia Tatib itu ?"
" Iya sil. mau dong vitamin c nya hehehehe"
" Kamu mau? ya udah buat kamu aja. Tapi aku minta satu ya?"
" Makasih ya Sesil"
" Sama-sama Diba. udah aku mau tidur. Tambah pusing aku. Kamu cerewet banget"
Teng... teng... teng... teng.. Akhirnya yang dinanti-nantikan datang juga. Saatnya pulang.
Arjuna dan Diba menuju ke UKS untuk menengokku sekalian membangunkan aku.
" Sil bangun udah saatnya pulang nih"
Aku terbangun dari mimpi hitamku.
"Eh, Juna. Iya"
" Sil kamu pulang sama siapa ? Dijemput kah ?" Tanya Diba
" emmh, gimana kalau kamu pulang sama aku aja sil. Rumah kita searah kok"
" Enggak usah aku dijemput kok. ini supirku udah on the way kesini. Enggak usah repot-repot makasih"
" Eh guys, aku pulang dulu ya aku udah dijemput."
" Iya dib. hati-hati" jawab kami
" eee, ini tasmu sil"
" iya makasih ya juna. Udah sana pulang"
" sama-sama. Enggak aku nunggu kamu sampai kamu dijemput"
" hahaha Arjuna dasar kamu"
Pada waktu aku mau beranjak dari kasur tiba-tiba kepalaku pusing banget dan hampir jatuh.
" eh, hati-hati sil sini aku bantu. Kayaknya kamu ngak bisa jalan deh, bentar aku ambilin kursi roda"
Aku diam saja karena kepala ku pusing banget. Arjuna membantu aku untuk duduk di kursi roda. Lalu aku diantar sampai ke gerbang menggunakan kursi roda. Semua yang masih belum pulang melihat kearah kami. Aku merasa risih dengan tatapan seperti itu. Setelah itu pak jono sopirku memindahkan aku dari kursi roda ke mobil.
" Makasih pak"
" Iya non"
1 hari penuh aku istirahat. Begitu lah cara memulihkan keadaanku. Aku membuka mata dan melihat kearah jam pukul 20.00 baru saja ingin melanjutkan tidurku yang nyenyak tiba-tiba aku inget akan tugas apa yang diberikan panitia MOS untuk besok. Aku nge-BBM Diba.
" Dib, besuk tugasnya apa yang harus dibawa?"
" Enggak ada kok. Cuman suruh bawa kardus sama suruh buat surat cinta dan benci sil. Masing-masing 2 untuk kakak panitia. Perlu bantuan"
" ya udah, nggak perlu makasih ya Diba"
" Sama-sama"
Lalu aku nge- BBM bang Ozhan
" Bang cariin aku kardus dong dan buatin surat cintadan benci masing-masing dua bang. Yang surat cintanya buat Kak Fida dan yang benci untuk kak Nicolas"
" Siap dek. Cepet sembuh ya" itu balasan BBM abangku.
Walaupun kami didepan orang dingin acuh tak acuh dan tidak memperlihatkan bahwa bang ozhan itu kakak saya begitu juga sebaliknya, tapi kami di belakang sangat akur, saling menyayangi, mencintai dan menjaga.
LINE..
" Siapa malam- malam gini nge-line aku ?" gumamku dalam hati
" Hai sil apa kabar? udah mendingan ?"
" Ha? Juna?" aku kaget lalu aku balas " iya udah mendingan kok"
" Syukurlah kalau gitu. Semoga besuk masuk"
" iya besuk aku masuk kok tenang aja"
Sehabis aku membalas LINE dari Juna aku langsung melanjutkan tidurku.
Tok... tok...tok...
" Dek bangun" sambil membuka pintu kamarku
" Eh, bunda iya bund ? ada apa?"
" Gimana? udah baikan?"
" Udah Bund"
" Ya udah kalau gitu cepet siap-siap berangkat ke sekolah ya nak. Tapi, hari ini kamu harus diantar sama pak .Jono"
" Iya bund. ya udah aku mau siap-siap berangkat ke sekolah dulu."Lalu aku beranjak dari tempat tidur dan masuk ke toilet. Kalau aku diantar itu aku selalu santai berangkat sekolah. Soalnya kalau bus itu kan cari penumpang dahulu. Sering berhenti-berhenti untu menurunkan penumpang ataupun penumpang masuk ke dalam bus. Setelah selesai memakan pagi aku pamit kepada kedua orang tuaku dan masuk kedalam mobil.
Sampai depan gerbang sekolah
" Pak nanti kalau aku sms jemput, langsung jemput ya pak ?"
" Iya non"
Aku keluar dari mobil dan menuju ke ruang Tulip.
******************************Bersambung*************************************
Tidak ada komentar:
Posting Komentar